Tokoh musik Indonesia
tentu adalah mereka yang sudah menorehkan berbagai hal, terutama
karya-karya besar di blantika musik tanah air. Tak heran, kalau kita
harus berbicara tentang tokoh musik Indonesia, mau tidak mau kita harus
berbicara tentang figur para musisi, terutama musisi senior. Di blantika
musik Indonesia, berbicara tentang tokoh musik, tentu kita tidak bisa
melepaskan diri dari nama-nama besar seperti WR. Supratman. Seperti kita tahu, beliau adalah pencipta lagu kebangsaan Indonesia.
Tokoh
musik Indonesia seperti AT. Mahmud, serta banyak lagi pencipta lagu
nasional lain yang menciptakan lagu-lagu penggugah semangat juang di
masa perjuangan juga mewarnai blantika musik Indonesia melalui
karya-karya patriotik mereka. Di masa yang lebih modern, kita bisa
melihat figur almarhum Pance F. Pondaag sebagai figur pencipta lagu
produktif, selain nama-nama beken macam Rinto Harahap dan Obbie Messakh.
Setiap tokoh musik Indonesia tersebut punya kekuatan dan gaya khas
dalam memciptakan lagu.
Di masa kini, tokoh musik Indonesia yang
bisa kita kedepankan cukup banyak. Kita bisa mulai dari figur-figur
pemusik “serius” seperti Purwatjaraka dan Addie MS. Kita juga bisa
melihat wakil dari jenis musik Jazz
seperti Benny Likumahua. Di ranah musik pop rock tanah air, tokoh musik
Indonesia diwakili figur anak muda seperti Piyu. Bicara tentang tokoh
musik di tanah air, kita tidak akan bisa melupakan nama besar seperti
Iwan Fals, serta almarhum Franky Sahilatua, dan Ebiet G. Ade dengan
genre baladanya.
tentang "MUSIK"
Kamis, 17 Januari 2013
Unsur-unsur yang terdapat dalam musik
1. Melodi, yaitu rangkaian sejumlah nada atau bunyi berdasarkan perbedaan tinggi rendah atau naik turunnya.
2. Irama atau Rytme, yaitu gerak teratur karena munculnya aksen secara tetap
3. Birama, yaitu bagian pendek-pendek dari suatu lagu yang telah mempunyai irama lengkap. .
Tanda birama berbentuk angka pecahan ( 2/4, ¾, 4/4, 6/8), pembilang menunjukkan banyaknya ketukan dalam satu birama, sedangkan penyebut menunjukkan not yang nilainya satu ketukan.
Contoh : Tanda birama 4/4, artinya : Dalam satu birama ada 4 ketukan, dan setiap ketukan nilainya ¼ .
4. Harmoni, yaitu keselarasan paduan bunyi
5, Tangga nada, yaitu deretan nada yang disusun secara berjenjang.
Tangga nada dibagi menjadi dua macam, sebagai berikut :
a. Tangga nada Diatonis, yaitu tangga nada yang menggunakan tujuh buah nadadengan dua macam jarak yaitu ½ dan 1.
b.Tangga nada pentatonis, yaitu tangga nada yang menggunakan lima buah nada dengan jarak menurut aturan- aturan tertentu. Berdasarkan nadanya, tangga nada pentatonis dibagi menjadi dua yaitu pelog dan slendro.
6. Tempo. Yaitu cepat lambatnya suatu lagu dinyanyikan. Ada tiga jenis tanda tempo, sebagai berikut :
a. Tempo lambat : Largo (lambat), adagio ( lambat penuh perasaan),
grave (khidmat )
b. Tempo sedang : Andante (sedang, secepat orang berjalan), Moderato(sedang),
c. Tempo cepat : Allegro (cepat), Mars (secepat orang berbaris)
7. Dinamik, yaitu keras lembut lagu dan perubahannya.
Tanda dinamik dibagi menjadi tiga macam :
a. Lembut : Piano (p = lembut), Pianissimo (pp = sangat lembut).
b.Sedang : Mezzo piano (mp = sangat lembut), Mezzo forte (mf = setengah keras).
c. Kuat : Forte (f = kuat), Fortissimo (ff = sangat kuat)
8. Timbre atau warna suara
Warna suara ditentukan oleh sumber bunyi. Suara yang dihasilkan dari alat musik tiup akan berbeda dengan suara yang dihasilkan dari alat musik gesek.
2. Irama atau Rytme, yaitu gerak teratur karena munculnya aksen secara tetap
3. Birama, yaitu bagian pendek-pendek dari suatu lagu yang telah mempunyai irama lengkap. .
Tanda birama berbentuk angka pecahan ( 2/4, ¾, 4/4, 6/8), pembilang menunjukkan banyaknya ketukan dalam satu birama, sedangkan penyebut menunjukkan not yang nilainya satu ketukan.
Contoh : Tanda birama 4/4, artinya : Dalam satu birama ada 4 ketukan, dan setiap ketukan nilainya ¼ .
4. Harmoni, yaitu keselarasan paduan bunyi
5, Tangga nada, yaitu deretan nada yang disusun secara berjenjang.
Tangga nada dibagi menjadi dua macam, sebagai berikut :
a. Tangga nada Diatonis, yaitu tangga nada yang menggunakan tujuh buah nadadengan dua macam jarak yaitu ½ dan 1.
b.Tangga nada pentatonis, yaitu tangga nada yang menggunakan lima buah nada dengan jarak menurut aturan- aturan tertentu. Berdasarkan nadanya, tangga nada pentatonis dibagi menjadi dua yaitu pelog dan slendro.
6. Tempo. Yaitu cepat lambatnya suatu lagu dinyanyikan. Ada tiga jenis tanda tempo, sebagai berikut :
a. Tempo lambat : Largo (lambat), adagio ( lambat penuh perasaan),
grave (khidmat )
b. Tempo sedang : Andante (sedang, secepat orang berjalan), Moderato(sedang),
c. Tempo cepat : Allegro (cepat), Mars (secepat orang berbaris)
7. Dinamik, yaitu keras lembut lagu dan perubahannya.
Tanda dinamik dibagi menjadi tiga macam :
a. Lembut : Piano (p = lembut), Pianissimo (pp = sangat lembut).
b.Sedang : Mezzo piano (mp = sangat lembut), Mezzo forte (mf = setengah keras).
c. Kuat : Forte (f = kuat), Fortissimo (ff = sangat kuat)
8. Timbre atau warna suara
Warna suara ditentukan oleh sumber bunyi. Suara yang dihasilkan dari alat musik tiup akan berbeda dengan suara yang dihasilkan dari alat musik gesek.
teori musik
Teori musik merupakan cabang ilmu yang menjelaskan unsur-unsur musik. Cabang ilmu ini mencakup pengembangan dan penerapan metode untuk menganalisis maupun menggubah musik, dan keterkaitan antara notasi musik dan pembawaan musik.
Hal-hal yang dipelajari dalam teori musik mencakup misalnya suara, nada, notasi, ritme, melodi, Kontrapun Musik, harmoni, Bentuk Musik, Teori Mencipta Lagu.
Melodi terbentuk dari sebuah rangkaian nada secara horisontal. Unit terkecil dari melodi adalah Motif. Motif adalah tiga nada atau lebih yang memiliki maksud atau makna musikal. Gabungan dari Motif adalah Semi Frase, dan gabungan dari Semi Frase adalah Frase (Kalimat). Sebuah Melodi yang paling umum biasanya terdiri dari dua Semi Frase yaitu kalimat tanya (Antisiden) dan kalimat jawab (Konsekuen).
Hal-hal yang dipelajari dalam teori musik mencakup misalnya suara, nada, notasi, ritme, melodi, Kontrapun Musik, harmoni, Bentuk Musik, Teori Mencipta Lagu.
Suara
Teori musik menjelaskan bagaimana suara dinotasikan atau dituliskan dan bagaimana suara tersebut ditangkap dalam benak pendengarnya. Dalam musik, gelombang suara biasanya dibahas tidak dalam panjang gelombangnya maupun periodenya, melainkan dalam frekuensinya. Aspek-aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam tala (Inggris: pitch, yaitu tinggi nada), durasi (berapa lama suara ada), intensitas, dan timbre (warna bunyi).Nada
Suara dapat dibagi-bagi ke dalam nada yang memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua nada disebut sebagai interval. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada yang paling lazim adalah tangga nada mayor, tangga nada minor, dan tangga nada pentatonik. Nada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut. Nada dalam teori musik diatonis barat diidentifikasikan menjadi 12 nada yang masing-masing diberi nama yaitu nada C,D,E,F,G,A dan B. Serta nada-nada kromatis yaitu Cis/Des, Dis/Es, Fis/Ges, Gis/As, dan Ais/Bes.Ritme
Ritme adalah pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan. Nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan (dan pembedaan durasi).Notasi
Notasi musik merupakan penggambaran tertulis atas musik. Dalam notasi balok, tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Kedua unsur tersebut membentuk paranada, di samping petunjuk-petunjuk nada dasar, tempo, dinamika, dan sebagainya.Melodi
Melodi adalah serangkaian nada dalam waktu. Rangkaian tersebut dapat dibunyikan sendirian, yaitu tanpa iringan, atau dapat merupakan bagian dari rangkaian akord dalam waktu (biasanya merupakan rangkaian nada tertinggi dalam akord-akord tersebut).Melodi terbentuk dari sebuah rangkaian nada secara horisontal. Unit terkecil dari melodi adalah Motif. Motif adalah tiga nada atau lebih yang memiliki maksud atau makna musikal. Gabungan dari Motif adalah Semi Frase, dan gabungan dari Semi Frase adalah Frase (Kalimat). Sebuah Melodi yang paling umum biasanya terdiri dari dua Semi Frase yaitu kalimat tanya (Antisiden) dan kalimat jawab (Konsekuen).
Harmoni
Harmoni secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan (seperti dalam arpeggio). Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut akord.Sejarah perkembangan musik di Indonesia
Musik Indonesia atau yang disebut musik Nusantara merupakan semua
musik yang berkembang di Nusantara ini, yang mencerminkan atau
menonjolkan ciri keindonesiaan, baik dalam segi bahasa maupun gaya
melodinya. Musik Nusantara sendiri terdiri dari musik tradisi daerah,
musik keroncong, musik dangdut, musik langgam, musik gambus, musik
perjuangan, dan musik pop. Terdapat tahapan- tahapan dalam perkembangan
musik Indonesia (nusantara), yaitu :
Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, musik digunakan sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, bunyi-bunyian yang dihasilkan dari anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.
Masa setelah masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, berkembang musik- musik istana khususnya di daerah Jawa.Pada saat itu, musik tidak hanya digunakan sebagai bagian dari sebuah ritual saja, namun juga dalam kegiatan-kegiatan keistanaan sebagai sarana hiburan para tamu raja. Musik istana yang berkembang adalah musik gamelan. Musik gamelan terdiri dari 5 kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok pelengkap.
Masa setelah masuknya pengaruh Islam
Musik pada masa ini diperkenalkan olah para pedagang Arab. Alat musik yang mereka pergunakan berupa gambus dan rebana. Dari proses itulah kemudian muncul orkes- orkes gambus di Indonesia hingga sekarang.
Masa Kolonialisme
Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Para pendatang ini juga memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka. Seperti biola, cello (selo), gitar, seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu.Pada masa inilah Indonesia mengalami perkembangan musik modern. Pada masa ini para musisi Indonesia menciptakan sajian music berupa perpaduan musik barat dengan musik Indonesia. Sajian musik itu kemudian dikenal sebagai musik keroncong.
Masa Kini
Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masuk pula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, R&B dan musik- musik negeri India yang banyak diperkenalakan melalui film-filmnya. Dari perkembangan ini, terjadilah perpaduan musik asing dengan musik Indonesia. Musik India juga berpadu dengan musik melayu yang kemudian menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncullah berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut musik etnis.
Ragam Musik Indonesia
Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.
Musik Daerah/Tradisional
Ciri khas jenis musik ini terletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yaitu syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. Musik jenis ini terdiri dari :
1. Instrumen Musik Perkusi.
Antara lain : Gamelan, Talempong, Kulintang, Arumba dan Kendang.
2. Instrumen Musik Petik
Antara lain : Kecapi, Sasando dan Sampek.
3. Instrument Musik Gesek
Antara lain : Rebab dan Ohyan.
4. Instrument Musik Tiup
Antara lain : Suling, Saluang, Serunai, dan Serompet atau Tarompet.
Musik Keroncong
Ciri musik jenis ini adalah pada harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas. Umumnya lagu-lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri atas beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat musik.
Musik Dangdut
Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut) dan iramanya yang ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota badannya.
Musik Perjuangan
Ciri khas dari musik ini terletak pada syair- syairnya yang umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untuk berkorban demi tanah air, dan sejenisnya. Irama musiknya cepat dan semangat, serta diakhiri dengan semarak.
Musik Populer (pop)
Musik ini memiliki ciri, dalam penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bas. Biasanya, para musisinya juga menambahkan variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau penikmatnya. Musik pop dibedakan menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.
Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, musik digunakan sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, bunyi-bunyian yang dihasilkan dari anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.
Masa setelah masuknya pengaruh Hindu- Buddha
Pada masa ini, berkembang musik- musik istana khususnya di daerah Jawa.Pada saat itu, musik tidak hanya digunakan sebagai bagian dari sebuah ritual saja, namun juga dalam kegiatan-kegiatan keistanaan sebagai sarana hiburan para tamu raja. Musik istana yang berkembang adalah musik gamelan. Musik gamelan terdiri dari 5 kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok pelengkap.
Masa setelah masuknya pengaruh Islam
Musik pada masa ini diperkenalkan olah para pedagang Arab. Alat musik yang mereka pergunakan berupa gambus dan rebana. Dari proses itulah kemudian muncul orkes- orkes gambus di Indonesia hingga sekarang.
Masa Kolonialisme
Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Para pendatang ini juga memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka. Seperti biola, cello (selo), gitar, seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu.Pada masa inilah Indonesia mengalami perkembangan musik modern. Pada masa ini para musisi Indonesia menciptakan sajian music berupa perpaduan musik barat dengan musik Indonesia. Sajian musik itu kemudian dikenal sebagai musik keroncong.
Masa Kini
Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masuk pula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, R&B dan musik- musik negeri India yang banyak diperkenalakan melalui film-filmnya. Dari perkembangan ini, terjadilah perpaduan musik asing dengan musik Indonesia. Musik India juga berpadu dengan musik melayu yang kemudian menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncullah berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut musik etnis.
Ragam Musik Indonesia
Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.
Musik Daerah/Tradisional
Ciri khas jenis musik ini terletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yaitu syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. Musik jenis ini terdiri dari :
1. Instrumen Musik Perkusi.
Antara lain : Gamelan, Talempong, Kulintang, Arumba dan Kendang.
2. Instrumen Musik Petik
Antara lain : Kecapi, Sasando dan Sampek.
3. Instrument Musik Gesek
Antara lain : Rebab dan Ohyan.
4. Instrument Musik Tiup
Antara lain : Suling, Saluang, Serunai, dan Serompet atau Tarompet.
Musik Keroncong
Ciri musik jenis ini adalah pada harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas. Umumnya lagu-lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri atas beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat musik.
Musik Dangdut
Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut) dan iramanya yang ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota badannya.
Musik Perjuangan
Ciri khas dari musik ini terletak pada syair- syairnya yang umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untuk berkorban demi tanah air, dan sejenisnya. Irama musiknya cepat dan semangat, serta diakhiri dengan semarak.
Musik Populer (pop)
Musik ini memiliki ciri, dalam penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bas. Biasanya, para musisinya juga menambahkan variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau penikmatnya. Musik pop dibedakan menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.
Pengertian "musik"
1. 1 ilmu atau seni menyusun nada atau
suara dl urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan
komposisi (suara) yg mempunyai kesatuan dan kesinam-bungan; 2
nada atau suara yg disusun demikian rupa sehingga mengandung irama,
lagu, dan keharmonisan (terutama yg menggunakan alat-alat yg dapat
menghasilkan bunyi-bunyi itu);
-- berahi seni budaya peninggalan zaman wali berupa nyanyian yg dibawakan oleh wanita, diiringi oleh tembang; -- cadas cak musik keras; -- hidup musik dng instrumen yg dimainkan (bukan rekaman); mereka menari dng iringan -- hidup; -- ilustrasi musik sbg pengiring dl film, drama, iklan, dsb; -- kaset musik yg direkam dl kaset; -- keras musik pop dng tekanan irama berat, biasanya dimainkan pd instrumen elektronik dng pengeras, umumnya berupa ulangan frasa yg sederhana; -- pop musik dng irama yg sederhana sehingga mudah dikenal dan disukai orang banyak (umum); -- rakyat 1 musik yg dibuat dan diteruskan di antara rakyat umum; 2 bentuk musik dng musik rakyat; -- rok musik pop yg dimainkan dng peralatan amplielektronik dan dicirikan dng nada berat terus-menerus;
ber·mu·sik v bermain musik: pekerjaan tetapnya selama ini adalah -;
me·mu·siki v menjadi pengiring spt bunyi musik: lolong anjing yg lirih, turut - ratapannya; me·mu·sik·kan v menjadikan musik;
mu·sik·an v cak bermain musik;
per·mu·sik·an n perihal musik; seluk-beluk musik
pe·mu·sik n pemain musik (spt pemetik gitar, penggesek biola, atau pemain piano)
-- berahi seni budaya peninggalan zaman wali berupa nyanyian yg dibawakan oleh wanita, diiringi oleh tembang; -- cadas cak musik keras; -- hidup musik dng instrumen yg dimainkan (bukan rekaman); mereka menari dng iringan -- hidup; -- ilustrasi musik sbg pengiring dl film, drama, iklan, dsb; -- kaset musik yg direkam dl kaset; -- keras musik pop dng tekanan irama berat, biasanya dimainkan pd instrumen elektronik dng pengeras, umumnya berupa ulangan frasa yg sederhana; -- pop musik dng irama yg sederhana sehingga mudah dikenal dan disukai orang banyak (umum); -- rakyat 1 musik yg dibuat dan diteruskan di antara rakyat umum; 2 bentuk musik dng musik rakyat; -- rok musik pop yg dimainkan dng peralatan amplielektronik dan dicirikan dng nada berat terus-menerus;
ber·mu·sik v bermain musik: pekerjaan tetapnya selama ini adalah -;
me·mu·siki v menjadi pengiring spt bunyi musik: lolong anjing yg lirih, turut - ratapannya; me·mu·sik·kan v menjadikan musik;
mu·sik·an v cak bermain musik;
per·mu·sik·an n perihal musik; seluk-beluk musik
pe·mu·sik n pemain musik (spt pemetik gitar, penggesek biola, atau pemain piano)
Langganan:
Postingan (Atom)